Implementasi Metode Lalaran Jam Pertama Dalam Mendukung Retensi Memori Siswa MI Bahrul Ulum Jombang
DOI:
https://doi.org/10.58540/jurpendis.v4i3.2447Keywords:
implementasi, lalaranAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode lalaran pada jam pelajaran pertama dalam mendukung retensi memori siswa di MI Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Lalaran merupakan teknik pembelajaran khas pesantren berbasis pengulangan hafalan bersama yang dipadukan dengan irama atau pola nada (nadham). Di MI Bahrul Ulum, kegiatan lalaran dilaksanakan pada jam pelajaran pertama setelah kegiatan doa bersama dan pembacaan selawat Burdah, sebelum pembelajaran inti dimulai. Subjek penelitian ini adalah siswa MI Bahrul Ulum, sedangkan informan penelitian terdiri atas tim kurikulum, guru pendamping, dan siswa yang terlibat dalam pelaksanaan metode lalaran. Sumber data diperoleh melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Retensi memori siswa diidentifikasi melalui indikator kelancaran melafalkan kembali materi, ketepatan daya ingat saat setoran hafalan, serta kemudahan memanggil kembali (recall) memori saat evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan lalaran pada awal kegiatan pembelajaran dapat memperkuat retensi memori siswa. Pola pengulangan hafalan yang dilakukan secara berirama dan konsisten memudahkan siswa dalam mengingat materi pelajaran. Kondisi siswa yang masih segar dan fokus pada jam pelajaran pertama, dipadu dengan pendampingan guru yang konsisten, menjadi faktor pendukung utama keberhasilan metode ini dalam menjaga kelanggengan retensi memori siswa.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Dasar Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




