Implementasi Program Rehabilitasi Sosial di Rumah Perlindungan Sosial Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i2.1555Keywords:
Implementasi Kebijakan; Rehabilitasi Sosial; Rumah Perlindungan Sosial; Pelayanan SosialAbstract
Permasalahan sosial perkotaan seperti gelandangan, pengemis, anak jalanan, dan lansia terlantar memerlukan intervensi kebijakan yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga berorientasi pada rehabilitasi sosial yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Rehabilitasi Sosial di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Kota Medan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, serta teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn (1975). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program telah berjalan pada aspek perlindungan sementara, pemenuhan kebutuhan dasar, dan penanganan awal penerima manfaat, namun belum optimal pada tahap rehabilitasi berkelanjutan. Temuan empiris menunjukkan adanya keterbatasan sumber daya manusia profesional, belum tersedianya program pelatihan keterampilan yang sistematis, lemahnya monitoring pascarehabilitasi, serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor. Kondisi ini menyebabkan penerima manfaat berpotensi kembali pada kondisi kerentanan sosial. Penelitian ini berkontribusi menegaskan pentingnya integrasi kapasitas sumber daya, penguatan monitoring berkelanjutan, dan pengembangan pemberdayaan ekonomi sebagai faktor kunci dalam keberhasilan implementasi kebijakan rehabilitasi sosial di tingkat daerah.





