Climate Security dan Kerentanan Kedaulatan Maritim Indonesia: Studi Kasus Pulau Sebetul di Laut Natuna Utara

Authors

  • Welny Septiana Universitas Paramadina, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i3.1819

Keywords:

Climate Security, Kedaulatan Maritim, Pulau Sebetul, Laut Natuna Utara, Kepri

Abstract

Perubahan iklim telah berkembang menjadi isu climate security yang memengaruhi keamanan dan kedaulatan negara, terutama bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan banyak pulau kecil terluar. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perubahan iklim, abrasi pantai, dan kerentanan kedaulatan maritim Indonesia melalui studi kasus Pulau Sebetul di Laut Natuna Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis dokumen terhadap literatur akademik, regulasi, serta dokumen pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun belum terdapat bukti empiris mengenai berkurangnya wilayah Indonesia akibat abrasi Pulau Sebetul, perubahan iklim meningkatkan risiko abrasi dan degradasi pulau kecil terluar yang berpotensi melemahkan fungsi strategisnya sebagai penyangga kedaulatan maritim. Kerentanan tersebut dapat mengurangi efektivitas pengawasan wilayah perbatasan, memperbesar risiko ancaman keamanan maritim, serta memengaruhi kapasitas negara dalam mempertahankan kehadiran strategis di Laut Natuna Utara. Penelitian ini berargumen bahwa perubahan iklim merupakan threat multiplier yang memperkuat kerentanan keamanan maritim sehingga pendekatan climate security perlu diintegrasikan ke dalam kebijakan pengelolaan pulau-pulau kecil terluar dan strategi pertahanan maritim Indonesia.

Downloads

Published

2026-06-12

How to Cite

Septiana, W. (2026). Climate Security dan Kerentanan Kedaulatan Maritim Indonesia: Studi Kasus Pulau Sebetul di Laut Natuna Utara. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora , 4(3), 339–350. https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i3.1819

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.