Pengaruh Kebersyukuran Terhadap Quarter Life Crisis Pada Dewasa Awal di Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i3.2162Keywords:
Kebersyukuran, Quarter Life Crisis, Dewasa Awal, Kesejahteraan Psikologis.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebersyukuran terhadap quarter life crisis pada dewasa awal di Kota Medan. Quarter life crisis merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan perasaan cemas, bingung, ragu terhadap diri sendiri, serta ketidakpastian dalam menghadapi tuntutan kehidupan pada masa transisi menuju kedewasaan. Kebersyukuran dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat membantu individu menghadapi berbagai tekanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah dewasa awal berusia 18–30 tahun yang berdomisili di Kota Medan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kebersyukuran dan skala quarter life crisis. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersyukuran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap quarter life crisis pada dewasa awal di Kota Medan. Semakin tinggi tingkat kebersyukuran yang dimiliki individu, semakin rendah tingkat quarter life crisis yang dialaminya. Sebaliknya, semakin rendah kebersyukuran, semakin tinggi kecenderungan individu mengalami quarter life crisis. Temuan ini menunjukkan bahwa kebersyukuran memiliki peran penting dalam membantu dewasa awal menghadapi berbagai tantangan perkembangan, mengelola tekanan emosional, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis.





