Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Perantau di Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i3.2174Keywords:
Kecerdasan Emosional; Quarter Life Crisis, Mahasiswa Perantau; Dewasa Awal; Kota MedanAbstract
Quarter life crisis merupakan kondisi krisis psikologis yang banyak dialami individu pada masa dewasa awal, terutama mahasiswa perantau yang menghadapi berbagai tuntutan akademik, sosial, dan adaptasi terhadap lingkungan baru. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menurunkan tingkat quarter life crisis adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap quarter life crisis pada mahasiswa perantau di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana. Populasi penelitian adalah mahasiswa perantau yang berasal dari enam perguruan tinggi di Kota Medan, dengan jumlah sampel sebanyak 362 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala kecerdasan emosional yang disusun berdasarkan aspek Goleman dan skala quarter life crisis berdasarkan aspek Robbins dan Wilner. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan SPSS versi 20 melalui uji normalitas, uji linearitas, dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan yang linear. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap quarter life crisis dengan nilai F = 9,895 dan p = 0,002 (p < 0,05), sehingga hipotesis penelitian diterima. Nilai koefisien determinasi (R Square = 0,027) menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 2,7% terhadap quarter life crisis, sedangkan 97,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Persamaan regresi yang diperoleh menunjukkan koefisien regresi bernilai negatif (b = -0,234), yang berarti semakin tinggi kecerdasan emosional, maka semakin rendah tingkat quarter life crisis pada mahasiswa perantau di Kota Medan. Dengan demikian, kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam menurunkan quarter life crisis, meskipun kontribusinya relatif kecil sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi quarter life crisis.





