Penerapan Model Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Sejarah: Kendala dan Upaya Guru SMA Terpadu Wira Bhakti
DOI:
https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i4.2324Keywords:
Problem Based Learning; Pembelajaran Sejarah; Implementasi Pembelajaran; Kendala Guru; Berpikir KritisAbstract
Pembelajaran sejarah membutuhkan pendekatan inovatif agar peserta didik terlibat aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran sejarah di SMA Terpadu Wira Bhakti, serta mengidentifikasi kendala operasional dan upaya strategis guru dalam mengatasinya. Menggunakan desain kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan dari guru dan siswa melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui prosedur interaktif Miles dan Huberman, serta divalidasi menggunakan triangulasi dan member checking. Temuan menunjukkan bahwa penerapan PBL secara sistematis terbukti efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan partisipasi siswa. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, kepasifan sebagian siswa, dan kesulitan pendidik merancang masalah historis yang tepat. Untuk mengatasinya, guru melakukan optimalisasi manajemen kelas, kontekstualisasi masalah, variasi media, serta memberikan pendampingan dan motivasi langsung. Menjawab minimnya kajian empiris penerapan PBL pada konteks Kurikulum Merdeka, penelitian ini berkontribusi praktis sebagai referensi bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran sejarah yang adaptif dan menjadi landasan sekolah untuk peningkatan mutu akademik berbasis pemecahan masalah.





