Kontradiksi Komunikasi dan Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Uinsu Stambuk 2021 (Studi Pada Mahasiswa Berorganisasi dan Non-Organisasi Intra FDK)
DOI:
https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i4.2384Keywords:
Komunikasi, Prestasi Akademik, Organisasi Mahasiswa, Mahasiswa FDKAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan komunikasi serta prestasi akademik mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Stambuk 2021 dengan membandingkan mahasiswa yang aktif dalam organisasi intra fakultas dan mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi intra fakultas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan memanfaatkan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif digunakan untuk menggambarkan jumlah mahasiswa, status kelulusan, keterlibatan dalam organisasi intra FDK, serta data prestasi akademik mahasiswa. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam mahasiswa yang dipilih secara purposive, terdiri atas tiga mahasiswa aktif organisasi intra FDK dan tiga mahasiswa non-organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa aktif organisasi memperoleh pengalaman komunikasi yang lebih intensif melalui kegiatan rapat, diskusi, koordinasi, kepemimpinan, audiensi, dan komunikasi publik. Namun, keterlibatan tersebut juga menuntut kemampuan manajemen waktu agar tidak mengganggu aktivitas akademik. Berdasarkan data mahasiswa Stambuk 2021, terdapat 435 mahasiswa, terdiri atas 193 mahasiswa aktif organisasi intra FDK dan 242 mahasiswa tidak aktif. Dari data prestasi akademik ditemukan tujuh mahasiswa yang tercatat memiliki prestasi akademik, dengan dua mahasiswa berasal dari kelompok aktif organisasi dan lima mahasiswa berasal dari kelompok non-organisasi. Prestasi akademik dalam penelitian ini tidak hanya dipahami berdasarkan nilai atau IPK, tetapi juga berdasarkan capaian dalam perlombaan atau kompetisi yang dikategorikan sebagai prestasi akademik oleh program studi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kontradiksi antara kemampuan komunikasi dan prestasi akademik bersifat kontekstual, bukan hubungan sebab-akibat yang mutlak. Kemampuan komunikasi dan prestasi akademik dapat berkembang secara bersamaan apabila mahasiswa mampu mengelola waktu, menentukan prioritas, dan menyeimbangkan berbagai aktivitas yang dijalani.





