Segmen Bunyi dan Kaidah Perubahan Fonologis Pada Bahasa Melayu Batubara: Kajian Fonologi
DOI:
https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i4.2463Keywords:
Bahasa Melayu Batubara; Fonologi Generatif; Segmen Bunyi; Kaidah FonologisAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan segmen vokal dan konsonan serta kaidah perubahan fonologis dalam bahasa Melayu Batubara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh dari tiga penutur asli melalui daftar Swadesh dan kosakata budaya dasar. Identifikasi segmen dilakukan dengan pasangan minimal dan analisis fonetis artikulatoris, sedangkan perubahan bunyi dianalisis berdasarkan prinsip Fonologi Generatif, khususnya fitur distingtif dan kaidah fonologis Schane. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Melayu Batubara memiliki lima segmen asal vokal, yaitu /a, i, u, e, o/, dan delapan belas segmen asal konsonan, yaitu /p, b, t, d, c, j, k, g, s, h, m, n, ɲ, ŋ, r, l, w, y/. Dalam representasi fonetis ditemukan sejumlah variasi yang merupakan hasil proses fonologis. Kaidah perubahan ciri meliputi pengenduran /i/ menjadi [ɪ], /u/ menjadi [ʊ], /o/ menjadi [ɔ], serta /k/ menjadi [ʔ] pada lingkungan tertentu. Selain itu, ditemukan pelesapan /p, t, k, s/ setelah prefiks maN- dan penambahan semivokal [w] dan [y] di antara vokal tertentu. Temuan ini memperlihatkan bahwa sistem bunyi bahasa Melayu Batubara dapat dijelaskan melalui hubungan antara representasi fonemis, fitur distingtif, dan konteks fonologis.





