Ares Kedebong Sebagai Warisan Gastronomi Suku Sasak: Makna Budaya, Kearifan Lokal, dan Upaya Pelestarian

Authors

  • Fathul Karib Maulana Universitas Hamzanwadi, Indonesia
  • Abdul Rasyad Universitas Hamzanwadi, Indonesia
  • Herman Supriadi Universitas Hamzanwadi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i4.2497

Abstract

Ares Kedebong adalah makanan tradisional dari Suku Sasak yang tidak hanya digunakan sebagai makanan, tetapi juga mencerminkan ilmu pengetahuan lokal, kehidupan sosial, identitas budaya, serta cara masyarakat berhubungan dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami arti budaya Ares Kedebong, mengenali nilai-nilai lokal yang ada dalam proses pengolahan dan konsumsinya, serta menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan untuk melestarikannya di tengah berubahnya kondisi sosial dan kemajuan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Darmasari dengan melibatkan 7 orang informan, yaitu seorang filsuf gastronomi, seorang budayawan Sasak, seorang tokoh masyarakat, seorang juru masak, dan seorang perangkat desa. Informan dipilih dengan cara purposive sampling karena mereka memiliki pengetahuan, pengalaman, dan terlibat langsung dalam keberadaan serta praktik Ares Kedebong, sehingga informasi yang mereka berikan dapat membantu memahami berbagai aspek seperti budaya, cara pengolahan, cara pelestarian, serta bagaimana tradisi tersebut diwariskan dari generasi ke generasi. Data didapat dengan cara wawancara, pengamatan, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan langkah-langkah menyederhanakan data, menampilkan data, dan membuat kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa makna budaya Ares Kedebong berasal dari pengalaman dan cara-cara yang digunakan masyarakat dalam memanfaatkan, menyajikan, serta mewariskan makanan tersebut. Ares Kedebong memiliki makna yang berkaitan dengan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan lingkungan sekitar, ketahanan hidup, keberlanjutan bagi generasi mendatang, serta identitas budaya dari Suku Sasak. Kearifan lokal terlihat dari cara memanfaatkan bahan alam, kerja sama bersama, serta peningkatan pengetahuan memasak yang turun temurun. Upaya melestarikan Ares Kedebong dilakukan dengan menghadirkannya dalam acara adat dan kegiatan keluarga, cara memasak langsung, partisipasi keluarga dan masyarakat, serta peran tokoh-tokoh budaya. Namun, perubahan cara makan dan semakin berkurangnya minat generasi muda menjadi hambatan dalam menjaga keberadaannya sebagai bagian dari warisan kuliner. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ares Kedebong adalah bentuk warisan kuliner yang tidak hanya menjaga keberlanjutan kuliner tradisional, tetapi juga mempertahankan pengetahuan, kebiasaan sosial, nilai budaya, serta identitas masyarakat Suku Sasak

Downloads

Published

2026-09-29

How to Cite

Maulana, F. K., Rasyad, A., & Supriadi, H. (2026). Ares Kedebong Sebagai Warisan Gastronomi Suku Sasak: Makna Budaya, Kearifan Lokal, dan Upaya Pelestarian. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora , 4(4), 1484–1498. https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i4.2497

Issue

Section

Articles