Adaptasi dan Transformasi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Popodu Sejak Krisis Moneter (1998–2023)
DOI:
https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i4.2499Keywords:
Community Adaptation, Economic History, Monetary Crisis, Popodu Village, Rural ModernizationAbstract
Dinamika sosial ekonomi masyarakat pedesaan kerap diuji oleh guncangan nasional seperti krisis moneter 1998 dan tantangan arus modernisasi. Mengambil fokus di Desa Popodu, Bolaang Mongondow Selatan, kajian ini menelusuri riwayat perekonomian masyarakat sekaligus menganalisis proses adaptasi mereka sepanjang rentang tahun 1998 hingga 2023. Menggunakan metode penelitian sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, data historis dalam kajian ini digali dari arsip RPJMDes, Profil Desa 2023, catatan statistik BPS Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan 2022–2023, serta wawancara mendalam bersama tokoh masyarakat dan pelaku ekonomi setempat. Analisis terhadap sumber-sumber tersebut memperlihatkan pola ketahanan ekonomi berbasis lokal yang kuat, yang diindikasikan secara konkret oleh konsistensi warga mempertahankan profesi utamanya saat krisis serta tren produktivitas panen yang terus bertumbuh. Saat menghadapi lonjakan inflasi dan pelemahan rupiah pada 1998, masyarakat tidak mengubah profesi secara drastis, melainkan bertahan pada pekerjaan utama di sektor pertanian dan perikanan sambil mengoptimalkan perdagangan sebagai penyokong pendapatan alternatif. Sektor pertanian terbukti terus bertumbuh, terlihat dari peningkatan produksi padi dari 5.742,75 ton pada 2021 menjadi 8.177,58 ton pada 2022. Memasuki era modernisasi, struktur ekonomi desa semakin beragam lewat pertumbuhan UMKM dan adopsi teknologi berupa media sosial serta platform pembayaran digital, meski penggunaannya belum merata di seluruh kalangan warga. Perubahan ini juga berjalan beriringan dengan membaiknya tingkat pendidikan dasar hingga menengah serta akses ke fasilitas kesehatan dasar. Kesimpulannya, daya tahan ekonomi Desa Popodu bertumpu pada penguasaan mata pencaharian tradisional yang perlahan berintegrasi ke dalam ekosistem digital





