Rumah Pijar Sebagai Media Kontekstualisasi Deklarasi Human Fraternity di Harapan Indah
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i1.1581Keywords:
Dialog Antaragama; Dialog Karya; Nilai Kemanusiaan; Rumah PijarAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai dalam Dokumen Human Fraternity melalui program Rumah Pijar sebagai bentuk dialog antaragama berbasis karya di Paroki Santo Albertus, Harapan Indah, Bekasi. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya tantangan intoleransi dan radikalisme agama yang berpotensi merusak relasi harmonis dalam masyarakat majemuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang didukung oleh data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, survei terhadap 21 responden umat paroki, tokoh lintas agama, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebanyak 95,2% responden memiliki relasi yang baik dengan umat Islam; (2) tingkat keterlibatan umat dalam kegiatan kemasyarakatan mencapai 76,2%; dan (3) program Rumah Pijar sebagai layanan bimbingan belajar gratis berperan sebagai media efektif dalam membangun dialog antaragama melalui kerja sama konkret. Penelitian ini menemukan bahwa praktik dialog berbasis karya yang dijalankan Paroki Harapan Indah telah mencerminkan nilai-nilai Human Fraternity, bahkan sebelum dokumen tersebut dipublikasikan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penegasan model dialog antaragama berbasis tindakan sosial sebagai alternatif pendekatan dialog teologis. Dengan demikian, Rumah Pijar dapat menjadi model kontekstual dalam membangun relasi lintas agama yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





