Analisis Kemampuan Bahasa Arab Siswa dalam Pembelajaran Menggunakan Metode Sahta di Kelas XC Ma Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i2.1716Keywords:
Metode SAHTA; Bahasa Arab; Nahwu; Maharah Kalam; Keterbatasan WaktuAbstract
Penguasaan kaidah gramatika (nahwu) sering kali menjadi tantangan dalam pembelajaran bahasa Arab, sehingga diperlukan pendekatan inovatif seperti metode SAHTA (Sahla wa Tafriha) yang mengintegrasikan kaidah melalui ritme dan melodi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan bahasa Arab siswa Kelas XC MA Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak setelah penerapan metode SAHTA, mengidentifikasi aspek kemampuan yang berkembang secara dominan, serta memetakan faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajarannya. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana penguatan memori auditori melalui nyanyian dapat memfasilitasi pemahaman struktur bahasa yang abstrak menjadi lebih konkret bagi siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.. Subjek penelitian melibatkan 24 siswa pada kelas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta studi dokumentasi hasil Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS). Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan bahasa Arab siswa kelas XC MA Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak melalui penerapan metode SAHTA (Sahla wa Tafriha). Metode SAHTA merupakan inovasi pembelajaran bahasa Arab berbasis teknik bernyanyi yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang "Mudah dan Menyenangkan" (Sahla wa Tafriha), guna membantu siswa menghafal kaidah tata bahasa (Nahwu) dengan lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode SAHTA memberikan dampak positif terhadap kemampuan bahasa Arab siswa. Berdasarkan data kuantitatif pendukung, tingkat ketuntasan belajar siswa mencapai 79,17%. Secara kualitatif, metode ini terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan siswa dalam mempelajari tata bahasa Arab dan meningkatkan motivasi serta retensi memori siswa terhadap kaidah-kaidah bahasa. Meskipun demikian, terdapat hambatan berupa keterbatasan waktu pembelajaran dan variasi gaya belajar siswa yang memerlukan penyesuaian lebih lanjut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode SAHTA efektif digunakan sebagai alternatif metode pembelajaran aktif untuk meningkatkan penguasaan bahasa Arab di tingkat madrasah aliyah.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





