Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Desain Fashion di STKIP Pangeran Antasari
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i2.2052Keywords:
Minat Berwirausaha, Kreativitas, Kewirausahaan Fashion, Mahasiswa, Desain Fashion.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat berwirausaha mahasiswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Desain Fashion di STKIP Pangeran Antasari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 69 mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Desain Fashion. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat berwirausaha mahasiswa berada pada kategori tinggi. Sebanyak 31 mahasiswa atau 44,9% termasuk dalam kategori tinggi dan 24 mahasiswa atau 34,8% berada pada kategori sangat tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha mahasiswa meliputi kreativitas, pendidikan kewirausahaan, penggunaan media sosial, motivasi pribadi, serta lingkungan keluarga. Dari seluruh faktor tersebut, kreativitas menjadi faktor yang paling dominan dengan persentase sebesar 88,4%, kemudian diikuti oleh pendidikan kewirausahaan sebesar 84,1%, penggunaan media sosial sebesar 79,7%, motivasi pribadi sebesar 75,4%, dan lingkungan keluarga sebesar 68,1%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kreativitas memberikan pengaruh paling besar terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Kemampuan mahasiswa dalam menciptakan desain fashion yang inovatif serta mengikuti perkembangan tren pasar menjadi modal penting dalam membangun usaha fashion. Selain itu, pendidikan kewirausahaan dan pemanfaatan media sosial juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda di bidang fashion. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Desain Fashion di STKIP Pangeran Antasari memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan usaha di bidang fashion. Potensi tersebut dapat terus ditingkatkan melalui pengembangan kreativitas, penguatan pendidikan kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pendukung usaha fashion.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





