Hubungan Antara Kepercayaan (Trust) dan Self Disclosure Pada Remaja yang Menjalani Cyber Romance di Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i1.2208Keywords:
kepercayaan (trust), self-disclosure, cyber romance, remaja.Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara remaja membangun hubungan interpersonal, termasuk hubungan romantis yang dilakukan melalui media digital (cyber romance). Dalam hubungan tersebut, kepercayaan dan keterbukaan diri menjadi dua aspek penting yang dapat memengaruhi kualitas hubungan yang dijalani. Namun, keterbukaan diri yang tidak disertai dengan kepercayaan yang tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya penyalahgunaan informasi pribadi maupun permasalahan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan (trust) dan self-disclosure pada remaja yang menjalani cyber romance di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Subjek penelitian adalah 350 remaja berusia 10–17 tahun yang berdomisili di Kota Medan dan sedang menjalani hubungan cyber romance minimal selama tiga bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran skala kepercayaan (trust) dan skala self-disclosure. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 22. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai hubungan antara kepercayaan dan keterbukaan diri pada remaja yang menjalani cyber romance, serta menjadi bahan masukan bagi remaja, orang tua, pendidik, dan peneliti dalam memahami dinamika hubungan romantis berbasis media digital.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





