Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Penggunaan Bahasa Toxic Pada Siswa Generasi Alpha di MI Al-Qomar Pada Era Digital

Authors

  • Atika Zulfa Khoirina Universitas Al-falah As-sunniyyah, Kencong-jember, Indonesia
  • Dhevin MQ. Agus Puspita Universitas Al-Falah As-sunniyyah, Kencong-jember, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i2.2227

Keywords:

Guru Pendidikan Agama Islam, Bahasa Toxic, Generasi Alpha, Pendidikan Karakter

Abstract

Penggunaan bahasa toxic berupa ejekan, kata kasar, dan ungkapan tidak santun semakin sering ditemukan dalam interaksi siswa Madrasah Ibtidaiyah pada era digital. Sebagai bagian dari Generasi Alpha, siswa cenderung meniru pola komunikasi yang diperoleh dari media digital dan lingkungan pergaulan tanpa sepenuhnya memahami dampak sosial, moral, dan psikologisnya. Temuan awal di MI Al-Qomar menunjukkan bahwa bentuk bahasa toxic yang dominan berupa ejekan terhadap nama, penampilan, dan kemampuan teman, penggunaan kata-kata kasar saat bercanda atau berselisih, serta ungkapan tidak santun ketika berkomunikasi dengan teman sebaya. Perilaku tersebut muncul secara berulang, terutama dalam situasi informal, seperti waktu istirahat, kegiatan bermain, dan interaksi di luar pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi penggunaan bahasa toxic pada siswa Generasi Alpha di MI Al-Qomar pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa toxic dipengaruhi oleh imitasi bahasa dari media digital, kebiasaan dalam lingkungan pergaulan, dan rendahnya kesadaran siswa mengenai etika komunikasi. Guru Pendidikan Agama Islam menjalankan peran sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan melalui keteladanan berbahasa, pembiasaan komunikasi santun, pemberian nasihat keagamaan, teguran edukatif, dan pendekatan persuasif secara berkelanjutan. Temuan penelitian menegaskan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam tidak terbatas pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga mencakup pembentukan kesadaran moral dan etika komunikasi siswa. Penguatan peran tersebut berkontribusi dalam membangun kebiasaan berbahasa Islami yang lebih santun, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa Generasi Alpha di MI Al-Qomar.

Downloads

Published

2026-07-23

How to Cite

Atika Zulfa Khoirina, & Dhevin MQ. Agus Puspita. (2026). Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Penggunaan Bahasa Toxic Pada Siswa Generasi Alpha di MI Al-Qomar Pada Era Digital. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Sosial, 5(2), 792–804. https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i2.2227

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.