Transformasi Literasi Halal bagi Praktisi Pendidikan: Penguatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan se-Wilayah Cirebon
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i2.2228Abstract
Pesatnya pertumbuhan ekonomi halal global telah meningkatkan permintaan akan sumber daya manusia yang mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip halal ke dalam pendidikan; namun, penelitian tentang literasi halal masih sangat berfokus pada perilaku konsumen, sistem sertifikasi, dan kepatuhan industri, sehingga sektor pendidikan sebagian besar terabaikan. Ketidakseimbangan ini telah menciptakan kesenjangan kebijakan dan teoretis yang kritis, karena sekolah diharapkan dapat menumbuhkan warga negara masa depan yang sadar akan halal, sementara guru sering kali kurang memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menerjemahkan literasi halal menjadi praktik pembelajaran yang bermakna di kelas. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan mengembangkan model berbasis komunitas untuk memperkuat literasi halal di kalangan guru biologi di sekolah menengah di bawah Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan di wilayah Cirebon, Indonesia. Pendekatan Penelitian Berbasis Komunitas (CBR) dengan desain partisipatif campuran (mixed-methods) digunakan, melibatkan 50 guru biologi dan 300 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, analisis dokumen, dan pengembangan modul kolaboratif, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis tematik, dan triangulasi metodologis. Temuan penelitian mengungkapkan sebuah paradoks yang tidak terduga: meskipun sebagian besar siswa sudah familiar dengan sertifikasi halal, mereka menunjukkan kemampuan yang terbatas dalam menerapkan prinsip-prinsip halal dalam konteks nyata yang melibatkan bahan baku, proses produksi, dan titik-titik kontrol halal yang kritis. Yang lebih penting, pemberdayaan guru secara kolaboratif secara substansial meningkatkan literasi halal para guru dan memungkinkan mereka mengintegrasikan konsep-konsep halal ke dalam pembelajaran biologi melalui modul pengajaran berbasis konteks. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi halal dikembangkan secara lebih efektif sebagai kompetensi pendidikan interdisipliner daripada sekadar sebagai pengetahuan keagamaan atau konsumen. Penelitian ini menyumbangkan model pembelajaran sains berbasis literasi halal yang inovatif, yang berlandaskan pada keterlibatan komunitas kolaboratif, sehingga memperluas kajian literasi halal yang ada melampaui perspektif konsumen dan industri menuju transformasi pendidikan. Penelitian di masa depan sebaiknya mengevaluasi dampak jangka panjang model ini di berbagai disiplin ilmu, tingkat pendidikan, dan konteks budaya guna mendukung kebijakan berbasis bukti untuk pendidikan halal yang berkelanjutan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





