Prinsip Tabayyun Dalam Etika Bermedia Sosial Perspektif Tafsir Al-Misbah: Kajian Qs. Al-Hujurat:6
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i2.2247Keywords:
Tabayyun, QS. Al-Hujurat:6, Tafsir Al-Misbah, Etika Bermedia SosialAbstract
Perkembangan media sosial telah mempercepat arus penyebaran informasi sekaligus meningkatkan risiko munculnya hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian akibat rendahnya etika dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan prinsip tabayyun sebagai pedoman etis dalam bermedia sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip tabayyun dalam QS. Al-Hujurat:6 berdasarkan perspektif Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab serta menjelaskan penerapannya dalam etika bermedia sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Sumber data primer berupa QS. Al-Hujurat:6 dan Tafsir Al-Misbah, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran M. Quraish Shihab terhadap QS. Al-Hujurat:6 melahirkan empat prinsip utama tabayyun, yaitu kehati-hatian dalam menerima informasi, verifikasi terhadap kebenaran informasi, sikap selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tanggung jawab sosial dalam menyikapi dan menyebarkan informasi. Keempat prinsip tersebut menjadi landasan etika bermedia sosial yang mendorong pengguna media sosial untuk bersikap kritis, bijaksana, bertanggung jawab, serta mengedepankan kebenaran dan kemaslahatan dalam aktivitas komunikasi digital.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





