Manajemen Peserta Didik Sebagai Sarana Internalisasi Budaya Sekolah Dalam Pencegahan Bullying di SMA Negeri 1 Peusangan
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i2.2291Keywords:
Manajemen Peserta Didik; Internalisasi Budaya Sekolah; Budaya Sekolah; Bullying; Pencegahan Bullying.Abstract
Bullying masih menjadi permasalahan yang berdampak pada perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik sehingga diperlukan upaya pencegahan yang tidak hanya berorientasi pada penanganan kasus, tetapi juga pada penguatan budaya sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana manajemen peserta didik menjadi sarana internalisasi budaya sekolah dalam mendukung pencegahan bullying di SMA Negeri 1 Peusangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru bimbingan dan konseling, wali kelas, guru mata pelajaran, dan peserta didik yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen peserta didik menjadi sarana internalisasi budaya sekolah melalui pembiasaan, keteladanan, pendampingan, pelayanan, pengawasan, dan perlindungan peserta didik. Proses tersebut mendorong berkembangnya nilai saling menghormati, kepedulian, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap sesama sebagai kebiasaan kolektif warga sekolah. Internalisasi budaya sekolah dipahami para informan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan kondusif serta mendukung pencegahan bullying. Penelitian ini memperkuat perspektif bahwa manajemen peserta didik berkontribusi sebagai sarana internalisasi budaya sekolah dalam membangun budaya preventif terhadap bullying.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





