Pengalaman Pengalaman Keberdukaan Dewasa Awal Atas Kematian Salah Satu Orang Tua
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i3.2302Keywords:
Keberdukaan; Dewasa Awal; Kematian Orang Tu; Continuing BondsAbstract
Kematian salah satu orang tua merupakan peristiwa kehilangan yang dapat mengguncang individu dewasa awal, terutama karena masa ini menuntut kemandirian sekaligus masih membutuhkan dukungan emosional dari orang tua. Hal ini sejalan dengan literatur yang menyatakan bahwa dewasa awal yang dibesarkan oleh orang tua tunggal berisiko mengalami berbagai dampak negatif dalam proses perkembangannya, seperti munculnya perasaan marah, depresi, tendensi perilaku berbahaya, hingga penarikan diri dari lingkungan sosial (Andriessen et al., 2018; Chater et al., 2022). Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam pengalaman keberdukaan individu dewasa atas kematian salah satu orang tua mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman keberdukaan kedua partisipan diwarnai oleh reaksi awal berupa syok, penolakan, dan kepanikan, pergolakan relasi spiritual berupa kemarahan dan negosiasi dengan Tuhan, ikatan berkelanjutan (continuing bonds) terhadap sosok bapak yang telah tiada berupa kerinduan, pengandaian, dan perasaan kehadiran batin, dinamika dukungan sekaligus stigma social, rasa bersalah dan kecenderungan menyalahkan diri maupun pihak lain, serta proses penerimaan yang berlangsung bertahap dan tidak linear.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





