Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB): Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Kesiapsiagaan
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v4i2.2431Keywords:
Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB); Kepemimpinan Kepala Sekolah; Mitigasi Bencana; Manajemen Risiko; Comprehensive School Safety; Ketangguhan PendidikanAbstract
Penulisan ini bertujuan menganalisis peran strategis dan gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam mengintegrasikan kerangka Comprehensive School Safety (CSS) ke dalam operasional sekolah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (literature review) dan analisis isi terhadap regulasi, dokumen kebijakan, dan literatur akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi SPAB sangat bergantung pada kapasitas kepemimpinan kepala sekolah dalam menghadapi situasi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Tiga dimensi kepemimpinan strategis yang menjadi fokus ialah: (1) kepemimpinan struktural untuk memastikan fasilitas belajar aman dan dukungan sumber daya; (2) kepemimpinan kultural untuk membangun kesadaran kolektif serta mengintegrasikan pengurangan risiko bencana ke dalam pembelajaran; dan (3) kepemimpinan jejaring untuk memperkuat kolaborasi multipihak. Kajian ini menegaskan perlunya perubahan paradigma dari manajemen reaktif menuju kepemimpinan proaktif, berbasis risiko, partisipatif, komunikatif, dan berorientasi pada keberlanjutan layanan pendidikan. Budaya keselamatan perlu dilembagakan melalui perencanaan, SOP kedaruratan, simulasi, komunikasi krisis, pemantauan, dan perbaikan berkelanjutan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





