Internalisasi Nilai-Nilai Religius Dalam Al-Quran Melalui Kegiatan ‘Ahad Sholih’ Pada Anak Usia Sekolah Dasar di Desa Candirejo, Deli Serdang
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i3.2465Keywords:
Nilai-Nilai Religius, Al-Qur’an, Ahad SholihAbstract
Pendidikan Al-Qur’an berbasis komunitas semakin mendapat perhatian sebagai alternatif penguatan pendidikan karakter anak di tengah keterbatasan pendidikan formal dan menurunnya pembinaan keagamaan dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi pendidikan Al-Qur’an berbasis komunitas melalui kegiatan Ahad Sholih di Desa Candirejo, Kabupaten Deli Serdang, serta menjelaskan proses internalisasi nilai Al-Qur’an dan implikasinya terhadap pembentukan karakter anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan metode Living Qur’an. Sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari subjek penelitian yang meliputi pengelola atau mentor kegiatan Ahad Sholih, orang tua peserta, dan anak-anak peserta kegiatan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Adapun sumber data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan yang mencakup buku-buku referensi terkait pendidikan Islam dan psikologi anak, dokumen kegiatan, serta jurnal-jurnal penelitian terdahulu yang relevan dengan internalisasi nilai agama dan pendekatan Living Qur’an. Analisis data dilakukan secara tematik melalui reduksi, pengodean, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ahad Sholih berkembang bukan hanya sebagai pembelajaran Al-Qur’an, tetapi juga ruang pendidikan komunitas yang melengkapi keterbatasan pendidikan agama di sekolah dan keluarga. Internalisasi nilai berlangsung melalui pembiasaan, keteladanan mentor, praktik ibadah, kisah Nabi, media audio-visual, interaksi teman sebaya, dan penguatan positif. Proses tersebut membentuk peningkatan kedisiplinan ibadah, kesantunan, kepedulian sosial, kemandirian, serta kedekatan anak dengan masjid. Penelitian menawarkan konsep Domestic Transinternalization, yaitu transformasi nilai Al-Qur’an dari pemahaman dan ritual menjadi perilaku spontan dalam kehidupan keluarga. Temuan ini memperluas kajian Living Qur’an dengan menempatkan masjid sebagai ruang pedagogis komunitas yang menghubungkan pendidikan keagamaan, pembiasaan sosial, dan pembentukan karakter anak berkelanjutan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





