Metodologi Ilmu-Ilmu Sosial Dalam Pemikiran Ibnu Khaldun: Telaah Kritis Atas Muqaddimah Dan Relevansinya Bagi Studi Sosial Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v4i4.2552Keywords:
Metodologi Ilmu Sosial, Muqaddimah, ‘Ilm Al-’Umrān, ‘Aṣabiyyah, Sosiologi HistorisAbstract
Artikel ini mengkaji metodologi ilmu-ilmu sosial dalam pemikiran Ibnu Khaldun melalui telaah kritis atas Muqaddimah dan relevansinya bagi pengembangan studi sosial kontemporer. Berbeda dari penulisan sejarah yang sekadar menyusun kronologi peristiwa dan mengutip kesaksian, Ibnu Khaldun mengembangkan pendekatan yang berupaya menjelaskan sebab-sebab sosial, kondisi struktural, dan pola perubahan masyarakat. Gagasan ‘ilm al-’umrān menjadi landasan epistemologis untuk menilai kebenaran berita sejarah melalui pengetahuan tentang karakter masyarakat, kondisi geografis, ekonomi, politik, dan kebudayaan. Artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan historis-kritis dan analisis konseptual terhadap Muqaddimah, serta membandingkannya dengan kajian sosiologi historis dan penelitian kontemporer mengenai pemikiran Khaldunian. Pembahasan mencakup verifikasi sumber, penalaran kausal, hubungan antara struktur sosial dan tindakan manusia, tipologi ḥaḍārah dan ḥaḍārah, solidaritas kelompok (‘aṣabiyyah), pembentukan negara, serta ekonomi politik dan perpajakan. Artikel ini berargumen bahwa metodologi Ibnu Khaldun memiliki relevansi bagi ilmu sosial kontemporer karena mengintegrasikan bukti empiris, penalaran rasional, konteks historis, dan pemahaman menyeluruh atas masyarakat. Meskipun demikian, penerapannya pada masyarakat modern memerlukan rekonstruksi konseptual dan pengujian empiris agar tidak terjebak pada generalisasi siklus sejarah yang terlalu deterministik.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





