Theocentric and Anthropocentric Management Integration in Indonesian Pesantren: A Systematic Literature Review

Authors

  • Muhammad Towil Akhirudin Universitas Darunnajah, Indonesia
  • Sofwan Manaf Universitas Darunnajah, Indonesia
  • Ahmed Abdul Malik Universiti Sains Islam Malaysia

DOI:

https://doi.org/10.58540/pijar.v4i2.1843

Keywords:

Manajemen Teosentris; Manajemen Antroposentris; Tata Kelola Pesantren; Kepemimpinan Hibrida; Maqasid Syariah

Abstract

Latar Belakang: Ketegangan tata kelola di pesantren Indonesia telah meningkat karena institusi yang berakar pada otoritas teosentris, berpusat pada kepemimpinan spiritual kyai, menghadapi tuntutan yang meningkat untuk partisipasi pemangku kepentingan, adaptasi digital, dan akuntabilitas lingkungan. Metode: Tinjauan literatur sistematis mengikuti pedoman PRISMA menganalisis 240 artikel terindeks Scopus yang memenuhi syarat teks lengkap yang diterbitkan antara 2016 dan 2026, diambil dari kumpulan awal 3.952 catatan setelah deduplikasi, pemfilteran kualitas berdasarkan kuartil jurnal (SJR Q1–Q4), dan penyaringan aksesibilitas teks lengkap. Sintesis tematik dilanjutkan melalui pengkodean induktif, konstruksi tema deskriptif, dan pengembangan tema analitis, dengan keandalan antar-penilai dikonfirmasi pada κ = 0,82. Hasil: Tiga pola konvergen diidentifikasi: (1) studi berorientasi teosentris, meneliti otoritas kyai, legitimasi agama, dan tata kelola moral, memiliki jumlah kutipan rata-rata yang lebih tinggi (120 per artikel) daripada studi berorientasi antroposentris yang menekankan manajemen pemangku kepentingan dan inovasi (70 per artikel); (2) publikasi integratif yang menggabungkan kedua orientasi telah tumbuh secara signifikan sejak 2020, masing-masing rata-rata 95 kutipan; dan (3) perpecahan geografis tetap ada, dengan pesantren pedesaan di Jawa Barat, Yogyakarta, dan Aceh mempertahankan pemerintahan yang berpusat pada spiritual, sementara institusi perkotaan di Jakarta dan Surabaya mengadopsi model yang digerakkan oleh inovasi dan responsif pemangku kepentingan. Lima kondisi yang memungkinkan yang terkait dengan keberhasilan tata kelola hibrida diidentifikasi. Kesimpulan: Pola-pola ini mendukung kerangka kerja tata kelola hibrida yang berlabuh pada Syariah Maqasid dan dioperasionalkan melalui Dynamic Capability View dan Stakeholder Theory, memberikan panduan berprinsip kepada para pemimpin pesantren untuk mempertahankan legitimasi Islam sambil menanggapi tuntutan pendidikan kontemporer. Penelitian di masa depan harus menggunakan desain metode longitudinal dan campuran untuk menguji daya tahan dan transferabilitas lintas institusi dari pengaturan tata kelola hibrida.

Downloads

Published

30-04-2026

How to Cite

Akhirudin, M. T., Manaf, S., & Malik, A. A. (2026). Theocentric and Anthropocentric Management Integration in Indonesian Pesantren: A Systematic Literature Review. PIJAR: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran , 4(2), 1031–1046. https://doi.org/10.58540/pijar.v4i2.1843

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.