Nilai Pesantren Melalui Halaqah Himayyah: Etnografi Pendidikan di Gontor Putri 1
DOI:
https://doi.org/10.58540/pijar.v4i3.2109Keywords:
Halaqah Himayyah, Internalisasi Nilai, Budaya Pesantren, Etnografi Pendidikan, Pendidikan Karakter.Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai pesantren melalui Program Halaqah Himayyah di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 dengan perspektif etnografi pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif etnografi yang dilaksanakan selama enam bulan dengan melibatkan 25 ustadzah pembimbing dan 20 santriwati sebagai partisipan penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model etnografi Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai utama pesantren, yaitu keikhlasan, kedisiplinan, tanggung jawab, kesederhanaan, kemandirian, dan ukhuwah Islamiyah, berlangsung melalui keteladanan ustadzah, pembiasaan dalam kehidupan asrama, interaksi sosial yang dialogis, serta budaya Halaqah Himayyah sebagai ruang refleksi. Tema budaya yang ditemukan meliputi belajar melalui contoh, nilai menjadi kebiasaan, pendidikan berlangsung dua puluh empat jam, ruang refleksi budaya, dan pembinaan berbasis kekeluargaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemaknaan Halaqah Himayyah sebagai praktik budaya pesantren, bukan sekadar program pembinaan rutin. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Halaqah Himayyah membentuk karakter dan identitas santriwati melalui pengalaman hidup sehari-hari di lingkungan pesantren.




