Penguatan Kapasitas Mahasiswa Penerima Beasiswa BAZNAS melalui Pembinaan Akademik dan Pengembangan Diri di Riau
DOI:
https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v4i2.1644Keywords:
Bantuan Pendidikan; BAZNAS; Pembinaan Akademik; Pengembangan Diri; Pemberdayaan MahasiswaAbstract
Program bantuan pendidikan BAZNAS selama ini umumnya berfokus pada pemberian dukungan finansial, sementara mahasiswa penerima bantuan masih menghadapi berbagai persoalan nonfinansial, seperti rendahnya motivasi akademik, lemahnya manajemen waktu, kurangnya strategi belajar efektif, serta terbatasnya pengembangan kapasitas diri. Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menganalisis efektivitas integrasi pembinaan akademik dan pengembangan diri dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa penerima bantuan pendidikan BAZNAS di Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan partisipatif berbasis pendidikan dengan melibatkan 60 mahasiswa penerima beasiswa. Program dilaksanakan melalui workshop mentoring, pendampingan berkelanjutan, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test, post-test, observasi, dan refleksi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengukur perubahan kapasitas akademik dan personal peserta. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada strategi belajar efektif (78%), manajemen waktu (72%), motivasi akademik (81%), kepercayaan diri (75%), dan perencanaan masa depan (76%). Program juga berhasil meningkatkan kedisiplinan akademik peserta dari 44% menjadi 82% serta mengubah persepsi mahasiswa terhadap BAZNAS dari sekadar lembaga pemberi bantuan dana menjadi lembaga pemberdayaan pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pembinaan akademik dan pengembangan diri dalam program bantuan pendidikan berbasis zakat lebih efektif dibandingkan bantuan finansial semata. Model ini tidak hanya meningkatkan kualitas individu mahasiswa, tetapi juga memperkuat peran kelembagaan BAZNAS sebagai institusi filantropi pendidikan yang produktif, transformatif, dan berkelanjutan.






