Socialization Of The Risks Of Polypharmacy And Education On Safe Medication Management For Elderly Patients With Degenerative Diseases
DOI:
https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v4i3.2073Abstract
Peningkatan populasi lansia berdampak pada tingginya penggunaan obat yang berisiko menimbulkan masalah polifarmasi, yang dapat menyebabkan interaksi obat berbahaya dan menurunkan kualitas hidup pasien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) terkait pengelolaan obat berdasarkan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) untuk mencegah risiko polifarmasi pada lansia penderita penyakit degeneratif. Metode yang digunakan adalah Edu-Tech Empowerment Cycle yang meliputi tahapan explore, design, build, implement, dan measure. Kegiatan dilaksanakan di Desa Karangrau dengan melibatkan 20 KPM melalui penyuluhan, diskusi, dan simulasi menggunakan media buku saku dan video tutorial. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator, dengan nilai rata-rata meningkat dari 74% pada pre-test menjadi 89% pada post-test. Kesimpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi partisipatif berbasis teknologi efektif meningkatkan kapasitas KPM sebagai agen edukasi kesehatan, yang berpotensi mendukung perbaikan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya pada lansia penderita penyakit degeneratif.






