Analisis Gaya Bahasa Dalam Novel Siddhartha Karya Hermann Hesse
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v4i4.1178Keywords:
Gaya bahasa, Stilistik, Novel Siddhartha, Hermann HesseAbstract
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis gaya bahasa dalam novel “Siddhartha” karya Hermann Hesse. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teori Perrine digunakan untuk menganalisis dan mendiskusikan gaya bahasa dalam novel tersebut. Teknik pengumpulan dan analisis data dalam penelitian ini meliputi teknik dokumentasi dan pencatatan, berdasarkan teori Perrine. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 408 elemen data dengan gaya bahasa, diantaranya: gaya bahasa perbandingan seperti metafora (113), perbandingan (47), personifikasi (67), apostrof (5), metonimi (12). Gaya bahasa pertautan meliputi simbol (65), alegori (1). Gaya bahasa yang petentangan meliputi paradoks (32), hiperbola (47), litotes (4), ironi (15). Makna gaya bahasa dalam novel “Siddhartha” adalah untuk menciptakan efek estetika dan menggambarkan perasaan karakter. Mereka juga digunakan untuk menggambarkan keadaan atau peristiwa dan menyampaikan penderitaan. Selain itu, mereka menunjukkan manusia dalam keputusasaan mereka dalam hidup, menekankan sesuatu, menunjuk sesuatu, dan memuji sesuatu. Akhirnya, mereka juga dapat menyampaikan pesan moral dan menonjolkan kebencian terhadap sesuatu.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





