Analisis Parjambaron Sebagai Simbol Kebudayaan Pernikahan Batak Toba (Kajian Semiotika)
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v4i4.1195Keywords:
Analisis, Parjambaron, Pernikahan Batak Toba, Kajian SemiotikaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk Analisis Parjambaron Sebagai Simbol Kebudayaan Pernikahan Batak Toba (Kajian Semiotika). Jenis penelitian ini dengan penelitian kualitatif, metode deskriptif. metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting) Setiap budaya memiliki kebudayaan masing-masing sesuai dengan suku dan adat-adat yang dimiliki. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Peneliti memilih dua daerah tersebut agar memaksimalkan kemungkinan adanya acara pernikahan, dalam budaya Batak Toba. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Pada bulan Juni-November 2025.Salah satu adat yang dimiliki oleh setiap suku adalah upacara adat perkawinan. Perkawinan merupakan bagian hidup manusia untuk keturunannya. Upacara adat merupakan unsur budaya yang dihayati dri masa kemasa yang mengandung nilai-nilai dan norma yang sangat luas dan kuat serta mengatur dan mengarahkan tingkah laku setiap individu dalam suatu masyarakat.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam upacara perkawinan budaya Batak Toba terdapat beberapa bagian inti dari parjambaran yang memiliki makna simbolik yakni:Ulu, Osang, Ihur, Soit, Somba, Aliang, Ate-ate, Panamboli.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





