Hubungan Motivasi Intrinsik Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Penyusun Skripsi di Universitas HKBP Nommensen
DOI:
https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i3.2160Keywords:
Motivasi Intrinsik; Prokrastinasi Akademik; Mahasiswa; Skripsi, Psikologi Pendidikan.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi intrinsik dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas HKBP Nommensen. Fenomena prokrastinasi akademik pada mahasiswa akhir masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai, ditandai dengan kecenderungan menunda memulai maupun menyelesaikan skripsi. Salah satu faktor internal yang diduga berhubungan dengan perilaku tersebut adalah motivasi intrinsik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi intrinsik, sedangkan variabel terikat adalah prokrastinasi akademik. Subjek penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas HKBP Nommensen. Pengumpulan data akan dilakukan menggunakan skala Likert yang disusun berdasarkan teori Ryan dan Deci (2000) untuk mengukur motivasi intrinsik serta teori Ferrari (1995) untuk mengukur prokrastinasi akademik. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson setelah memenuhi uji asumsi berupa uji normalitas dan uji linearitas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu psikologi, khususnya psikologi pendidikan, serta menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dan perguruan tinggi dalam mengembangkan strategi untuk meningkatkan motivasi intrinsik sehingga dapat mengurangi perilaku prokrastinasi akademik dalam penyelesaian skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara motivasi intrinsik dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi (r = -0,642; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (r² = 0,412) menunjukkan bahwa motivasi intrinsik memberikan kontribusi sebesar 41,2% terhadap variasi prokrastinasi akademik, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima, yaitu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara motivasi intrinsik dan prokrastinasi akademik.





