Fenomena Brain Rot di Era Gulir Tanpa Henti: Studi Deskriptif Tentang Kebiasaan Scrolling Media Sosial Pada Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i1.2332Keywords:
Brain rot, Scrolling, Media Sosial, MahasiswaAbstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara mahasiswa berinteraksi dengan informasi. Salah satunya adalah dengan scrolling media sosial yang tidak berhenti. Fenomena ini melahirkan istilah "brain rot" yang menggambarkan kondisi mental dan intelektual yang menurun disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi konten digital, terutama konten yang tidak penting dan tidak membutuhkan pemrosesan kognitif yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebiasaan scrolling media sosial pada mahasiswa serta memahami fenomena brain rot dan dampaknya terhadap proses belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian mahasiswa UNIDA Gontor menggunakan teknik purposive. Analisis data melalui tahap reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan scrolling media sosial dalam durasi yang lama berhubungan dengan meningkatnya distraksi, menurunnya konsentrasi, kebutuhan untuk melarikan diri dari tekanan tugas, dan kejenuhan setelah belajar. Hasil ini menunjukkan betapa pentingnya literasi digital dan regulasi diri dalam penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa yang membutuhkan kemampuan kognitif yang kuat dalam membaca dan berpikir kritis.





