Pengaruh Konformitas Sosial Terhadap Konsep Diri Pada Dewasa Awal di Kabupaten Pasuruan
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v5i3.2290Keywords:
Konformitas Sosial, Konsep Diri, Dewasa Awal, Kabupaten Pasuruan.Abstract
Masa dewasa awal merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan pencarian identitas diri dan penyesuaian terhadap berbagai tuntutan sosial. Pada fase ini, individu berusia 20–29 tahun rentan melakukan konformitas sosial, yaitu kecenderungan menyesuaikan sikap dan perilaku agar diterima oleh kelompok, yang diduga berkaitan dengan pembentukan konsep diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konformitas sosial dengan konsep diri pada dewasa awal di Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana. Populasi penelitian berjumlah 255.739 dewasa awal berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasuruan Tahun 2022. Sampel penelitian berjumlah 400 dewasa awal berusia 20–29 tahun yang berdomisili di Kabupaten Pasuruan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Konformitas Sosial berdasarkan teori Myers (2012) dan Skala Konsep Diri berdasarkan teori Calhoun dan Acocella yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas sosial memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan konsep diri (r = -0,265; p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,070) menunjukkan bahwa konformitas sosial berkontribusi sebesar 7,0% terhadap konsep diri, sedangkan 93,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Semakin tinggi konformitas sosial, semakin rendah konsep diri dewasa awal.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





