Pengaruh Metode Bercerita Terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Sunda Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Insan Kamil

Authors

  • Shofura Universitas Islam Muttaqien Purwakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58540/jspaud.v2i2.2215

Keywords:

Metode Bercerita, Penguasaan Kosa Kata Bahasa Sunda. Anak Usia 5-6 tahun

Abstract

Latar belakang penelitian ini terkait rendahnya penguasaan kosa kata Bahas Sunda pada anak usia 5-6 tahun di TKIT Insan Kamil Purwakarta. Anak belum mampu memahami makna kosa kata Bahasa Sunda secara optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pemahaman bahasa sunda sebelum dan sesudah penerapan metode bercerita serta bagaimana pengaruh metode bercerita tersebut pada anak di TKIT  Insan Kamil. Metodologi Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Metode eksperimen semu digunakan karena peneliti tidak memungkinkan untuk melakukan pengontrolan variabel secara penuh maupun pembagian subjek penelitian secara acak (random assignment). Hasil Penelitian menunjukan penguasaan kosa kata bahasa Sunda anak sebelum penerapan metode bercerita masih tergolong rendah hingga sedang, rata-rata pre-test kelas eksperimen sebesar 46,39 dan kelas kontrol sebesar 42,15. Selain itu, sebagian besar indikator penguasaan kosa kata, seperti mengenal nama binatang, memahami isi cerita, mengenal tokoh, memahami alur cerita, serta menggunakan kosa kata bahasa Sunda, masih memperoleh persentase di bawah 50%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami. Penguasaan kosa kata bahasa Sunda anak setelah penerapan metode bercerita mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata post-test kelas eksperimen yang meningkat menjadi 74,43, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh nilai rata-rata 62,25. Peningkatan juga terjadi pada seluruh indikator penguasaan kosa kata bahasa Sunda, seperti kemampuan memahami cerita, mengenal kosa kata baru, menyebutkan kosa kata bahasa Sunda, memahami tokoh, latar, alur cerita, serta menanamkan nilai-nilai karakter melalui cerita. Metode bercerita berpengaruh secara signifikan terhadap penguasaan kosa kata bahasa Sunda anak usia 5–6 tahun di TKIT Insan Kamil Purwakarta. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), sedangkan hasil uji t menunjukkan t hitung sebesar 21,071 > t tabel 1,684, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,798, yang berarti metode bercerita memberikan kontribusi sebesar 79,8% terhadap peningkatan penguasaan kosa kata bahasa Sunda, sedangkan 20,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, metode bercerita terbukti efektif digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Sunda pada anak usia dini.

Downloads

Published

2026-07-25

Issue

Section

Articles