Pendampingan Berbasis Jejaring Multi-Komunitas Melalui Program GESIT Ber-PID untuk Optimalisasi Adopsi PID di Situbondo
DOI:
https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v4i3.2276Keywords:
Adopsi Inovasi; GESIT Ber-PID; Jejaring Multi-Komunitas; Participatory Action Research; Transformasi DigitalAbstract
Transformasi digital pendidikan melalui penyediaan Papan Interaktif Digital (PID) di sekolah dasar merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, pemanfaatan PID di Kabupaten Situbondo belum optimal karena keterbatasan literasi digital guru, rendahnya kepercayaan diri dalam mengoperasikan perangkat, serta belum tersedianya sistem pendampingan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan adopsi PID melalui Program GESIT Ber-PID dengan model pendampingan berbasis jejaring multi-komunitas. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi, dan evaluasi. Pendampingan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, Duta Teknologi Provinsi Jawa Timur, Korwil Bidang Pendidikan, Pengawas Sekolah, Penggerak Zona, Kepala Sekolah, serta Kelompok Kerja Guru (KKG). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model pendampingan berbasis jejaring multi-komunitas mampu meningkatkan kompetensi dan partisipasi guru dalam memanfaatkan PID sebagai media pembelajaran interaktif. Keberhasilan program ditunjukkan oleh meningkatnya praktik baik pemanfaatan PID yang terdokumentasi melalui aplikasi berbasis web https://gesitberpid.my.id dan dashboard GESIT Ber-PID, bahkan melampaui target 5.000 karya praktik baik di tingkat Kabupaten Situbondo, serta tingginya kontribusi guru di Kecamatan Panji melalui pendampingan kolaboratif. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi jejaring multi-komunitas, change agent, platform digital, monitoring berbasis data, dan pengimbasan praktik baik mampu mempercepat proses adopsi inovasi serta membangun ekosistem transformasi digital pembelajaran yang berkelanjutan. Dengan demikian, Program GESIT Ber-PID berpotensi menjadi model pendampingan yang efektif dan dapat direplikasi untuk mendukung transformasi digital pendidikan di sekolah dasar.






