Analisis Spasial Keberadaan Rest Area di Sepanjang Jalan Tol Sumatera Utara Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG)
DOI:
https://doi.org/10.58540/isihumor.v3i4.2320Keywords:
Analisis Spasial, Rest Area, Jalan Tol, Sistem Informasi Geografis (SIG)Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk Analisis Spasial Keberadaan Rest Area Di Sepanjang Jalan Tol Sumatera Utara Berbasis Sistem Informasi Geografis (Sig). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ruas jalan tol yang berada di Provinsi Sumatera Utara sebagai bagian dari jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera .Berdasarkan hasil penelitian mengenai Analisis Spasial Keberadaan Rest Area di Sepanjang Jalan Tol Sumatera Utara Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:Berdasarkan hasil analisis kesesuaian lokasi menggunakan metode SIG-Weighted Overlay, tingkat kesesuaian lahan untuk pembangunan rest area di sepanjang Jalan Tol Sumatera Utara terbagi menjadi empat kelas. Kelas Kurang Sesuai merupakan kelas yang paling dominan dengan luas 262,746 km² (36,46%), diikuti kelas Tidak Sesuai seluas 207,464 km² (28,79%), kelas Sesuai seluas 160,347 km² (22,25%), dan kelas Sangat Sesuai seluas 90,157 km² (12,51%) dari total wilayah analisis sebesar 720,713 km². Hasil ini menunjukkan bahwa hanya sebagian wilayah yang benar-benar memenuhi persyaratan fisik dan spasial untuk pembangunan rest area, sedangkan sebagian besar wilayah masih memiliki keterbatasan pada satu atau lebih parameter analisis.Berdasarkan pembobotan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), diperoleh bahwa kemiringan lereng merupakan parameter yang paling berpengaruh dalam penentuan lokasi rest area dengan bobot 59,7%, diikuti penggunaan lahan sebesar 19,3%, jarak terhadap jalan tol sebesar 10,5%, jarak antar rest area sebesar 6,5%, dan bahaya banjir sebesar 4,0%. Berdasarkan hasil analisis spasial dan pembobotan AHP, lokasi-lokasi yang termasuk dalam kelas Sangat Sesuai direkomendasikan sebagai lokasi strategis pembangunan rest area baru di sepanjang Jalan Tol Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi metode SIG dan AHP mampu menghasilkan rekomendasi lokasi yang objektif dengan mempertimbangkan lima parameter utama, yaitu kemiringan lereng, penggunaan lahan, jarak terhadap jalan tol, jarak antar rest area, dan bahaya banjir





