Transformasi Peran Orang Tua dalam Penentuan Bõwõ di Desa Hilizihõnõ, Nias
DOI:
https://doi.org/10.58540/jipsi.v4i4.1586Keywords:
Bõwõ, peran orang tua, trasformasi, rekonstruksi budaya, etnis NiasAbstract
Penelitianl ini bertujuan untuk memaparkan kajian mengenai perubahan peran orang tua dalam penentuan bõwõ (mahar) pada etnis Nias di desa Hilizihõnõ. Artikel yang berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perubahan peran orang tua dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal keluarga, khususnya pergeseran pola komunikasi menuju komunikasi yang lebih dialogis, serta faktor eksternal yang meliputi kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, modernisasi, dan transformasi nilai sosial-keagamaan. Perubahan ini ditandai dengan pergeseran relasi dari pola hierarkis menuju pola yang lebih egaliter dan partisipatif. Selain itu, pertimbangan dalam penentuan bõwõ mengalami pergeseran dari orientasi simbolik ke orientasi yang lebih fungsional, seperti kesejahteraan bersama dan kesepakatan antarpasangan. Secara keseluruhan, perubahan tersebut mencerminkan proses adaptasi dan rekonstruksi budaya yang memungkinkan tradisi tetap relevan dan berkelanjutan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





